BATIK merupakan sebuah warisan budaya leluhur yang harus dilestarikan. Batik dikenal masyarakat dunia sejak
UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada tanggal 2 Oktober 2009.
Minat masyarakat akan batik semakin meningkat, sehingga tidak sedikit yang mulai tertarik pada wisata batik di tempat-tempat penghasil batik di Kota Surakarta. Surakarta sebagai salah satu Kota penghasil batik, menjadi salah satu tempat wisata dengan keberadaan Kampung Batiknya. Saat ini Laweyan dibagi menjadi beberapa wilayah, yaitu Pajang, Laweyan, Sondakan, dan Bumi. Sondakan memiliki potensi sebagai Pusat Batik, karena memiliki sumber daya manusia, serta pabrik batik kelas menengah hingga industri batik.
BATIK PUSPITA MEKAR 
Alamat : Jalan Parang Pamor 8 , Sondakan , Telp. 081225162609
https://batik-puspita-mekar.business.site/?utm_source=gmb&utm_medium=referral
Batik Puspita Mekar adalah usaha mandiri yang didirikan pada tahun 1998, didirikan oleh H. Muhammad Mufid dan Hj. Upik Suratmi. Usaha ini

didirikan karena terdesak oleh kebutuhan hidup dari pendiri batik itu sendiri. Saat itu pemilik batik ini sedang memiliki banyak kebutuhan dan juga kondisi ekonomi saat itu sedang terpuruk. Pada saat itu pemilik batik ini mempunyai 6 orang anak dan saat itu mereka masih bersekolah semua walaupun di antaranya masih Sekolah Dasar dan juga SMP. Nilai rupiah saat itu juga sedang tidak stabil. Awalnya usaha batik ini didirikan oleh
H. Muhammad Mufid dan seorang sahabatnya yang bernama Hadi. Beliau berdua ini dahulunya ialah seorang buruh batik di salah satu pabrik batik, sedangkan Hj. Upik Suratmi dahulunya membantu penjualan batik pada salah satu juragan batik. Usaha batik yang dirintis ini dimulai dari nol . Mereka pun ingin merubah kehidupan perekonomian dengan cara berwirausaha batik sendiri agar tidak bergantung pekerjaan pada orang lain sehingga dapat memperbaiki kehidupan ekonominya. Usaha batik yang didirikan awalnya hanya dengan modal kepercayaan. Pada awal usahanya, beliau meminjam terlebih dahulu alat dan bahan yang akan digunakan untuk membatik.  Seperti kompor, wajan, mori, malam dan sebagainya. Setelah batik selesai diproduksi dan laku dijual, barulah alat dan bahan yang digunakan untuk memproduksi batik itu dibayar.
Pada tahun 1990, batik Puspita Mekar mencoba inovasi baru dengan menuangkan kreasi batik di atas T-Shirt. Produk inilah yang membedakan batik Puspita Mekar dengan batik yang lainnya sehingga batik Puspita Mekar masih bertahan sampai sekarang bahkan bekerja sama dengan batik ternama di Indonesia yaitu Batik Keris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *