SELAMAT DATANG

Selamat datang Anda berada di website Kelurahan Sondakan

Kelurahan Sondakan (bahasa Jawa: ꦱꦺꦴꦤ꧀ꦢꦏꦤ꧀, translit. Sondakan) adalah kelurahan di kecamatan Laweyan, Surakarta. Kelurahan ini memiliki kode pos 57147.

Kelurahan Sondakan dibagi menjadi beberapa kampung :

  • Jantirejo
  • Mutihan
  • Premulung
  • Sondakan
  • Tegalrejo
  •  NO

     NAMA KAMPUNG

     RW

     

    RT

     

    1. TEGALREJO I 01,02,03
      II 01,02,03
      III 01,02,03,04
    2. SONDAKAN IV 01,02,03
      V 01,02,03
      VI 01,02,03
    3. PREMULUNG VII 01,02,03
      VIII 01,02,03
      IX 01,02,03
    4. MUTIHAN X 01,02,03,04,05
      XI 01,02,03,04,05,06
      XII 01,02,03,04
    5. JANTIREJO XIII 01,02,03
      XIV 01,02,03
      XV 01,03

Museum Samanhoedi

Sejarah Museum Samanhudi

Museum Samanhoedi pada awalnya adalah sebuah rumah produksi batik yang berada di daerah Laweyan, Solo. Tempat itu adalah bekas sebuah gudang batik. Berdirinya museum diharapkan akan membantu para wisatawan yang berkunjung di Kampoeng Batik Laweyan mengetahui perjuangan Samanhoedi dan sejarah kampung tersebut. Di museum ini dipajang gambar, foto, dan dokumen tentang revolusi batik, politik, pendirian Serikat Islam, peran pemerintah kolonial terhadap Serikat Islam, Samanhoedi dan Serikat Islam, serta Samanhoedi pada masa tua. Tidak jauh dari museum terdapat rumah pemberian mantan Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno, kepada keluarga Samanhoedi, pada 17 Agustus 1962. Rumah tersebut kini dihuni cucu Samanhoedi.

Dalam Museum Saman
Museum Samanhudi (bagian dalam)

Sejarah dan peran Haji Samanhoedi dalam konteks panggung pergerakan nasional dengan setting kampung Laweyan dan perdagangan batik inilah yang menggugah pendiri Yayasan Warna Warni Krisnina untuk mengabadikannya dalam bentuk museum di Laweyan, Solo. Museum yang menempati bekas gudang batik ini diresmikan pada hari Jumat, 22 Agustus 2008 oleh Wali Kota Surakarta Ir. Joko Widodo.

Pendirian museum ini diilhami dan dilatarbelakangi oleh buku karya ahli Indonesia dari Jepang, Prof Takashi Shiraishi “Zaman Bergerak: radikalisme rakyat Jawa 1912-1926” (aslinya berjudul “An Age in Motion: Popular Radicalism in Java 1912-1926″).

Pada buku ini Takashi menceritakan peran batik Laweyan dan sejarah Sarikat Islam di mana Haji Samanhoedi menjadi sentral perhatian.

Pemindahan Museum Samanhudi

Namun, karena masa kontraknya habis dan terlambat diperpanjang akhirnya terpaksa dipindahkan.  Pemerintah Kota Solo sangat mengapresiasi langkah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sondakan yang berinisiatif membuka kembali museum ini. Akhirnya, pada hari Jumat, 18 Mei 2012 diresmikan ulang.

Museum yang kini dikelola oleh Pokdarwis Kelurahan Sondakan, menempati Balai Samanhoedi yang berada di lingkungan Kantor Kelurahan Sondakan, Solo. Museum ini diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh sosok pendiri Serikat Dagang Islam itu

Source : https://situsbudaya.id/sejarah-singkat-museum-samanhudi-di-surakarta/

Industri Batik

BATIK merupakan sebuah warisan budaya leluhur yang harus dilestarikan. Batik dikenal masyarakat dunia sejak
UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada tanggal 2 Oktober 2009.
Minat masyarakat akan batik semakin meningkat, sehingga tidak sedikit yang mulai tertarik pada wisata batik di tempat-tempat penghasil batik di Kota Surakarta. Surakarta sebagai salah satu Kota penghasil batik, menjadi salah satu tempat wisata dengan keberadaan Kampung Batiknya. Saat ini Laweyan dibagi menjadi beberapa wilayah, yaitu Pajang, Laweyan, Sondakan, dan Bumi. Sondakan memiliki potensi sebagai Pusat Batik, karena memiliki sumber daya manusia, serta pabrik batik kelas menengah hingga industri batik.
BATIK PUSPITA MEKAR 
Alamat : Jalan Parang Pamor 8 , Sondakan , Telp. 081225162609
https://batik-puspita-mekar.business.site/?utm_source=gmb&utm_medium=referral
Batik Puspita Mekar adalah usaha mandiri yang didirikan pada tahun 1998, didirikan oleh H. Muhammad Mufid dan Hj. Upik Suratmi. Usaha ini

didirikan karena terdesak oleh kebutuhan hidup dari pendiri batik itu sendiri. Saat itu pemilik batik ini sedang memiliki banyak kebutuhan dan juga kondisi ekonomi saat itu sedang terpuruk. Pada saat itu pemilik batik ini mempunyai 6 orang anak dan saat itu mereka masih bersekolah semua walaupun di antaranya masih Sekolah Dasar dan juga SMP. Nilai rupiah saat itu juga sedang tidak stabil. Awalnya usaha batik ini didirikan oleh
H. Muhammad Mufid dan seorang sahabatnya yang bernama Hadi. Beliau berdua ini dahulunya ialah seorang buruh batik di salah satu pabrik batik, sedangkan Hj. Upik Suratmi dahulunya membantu penjualan batik pada salah satu juragan batik. Usaha batik yang dirintis ini dimulai dari nol . Mereka pun ingin merubah kehidupan perekonomian dengan cara berwirausaha batik sendiri agar tidak bergantung pekerjaan pada orang lain sehingga dapat memperbaiki kehidupan ekonominya. Usaha batik yang didirikan awalnya hanya dengan modal kepercayaan. Pada awal usahanya, beliau meminjam terlebih dahulu alat dan bahan yang akan digunakan untuk membatik.  Seperti kompor, wajan, mori, malam dan sebagainya. Setelah batik selesai diproduksi dan laku dijual, barulah alat dan bahan yang digunakan untuk memproduksi batik itu dibayar.
Pada tahun 1990, batik Puspita Mekar mencoba inovasi baru dengan menuangkan kreasi batik di atas T-Shirt. Produk inilah yang membedakan batik Puspita Mekar dengan batik yang lainnya sehingga batik Puspita Mekar masih bertahan sampai sekarang bahkan bekerja sama dengan batik ternama di Indonesia yaitu Batik Keris.

Swiss-Belinn Saripetojo

Swiss-Belinn Saripetojo terletak di Jl. Slamet Riyadi, jalan utama di kota, dan hanya beberapa menit ke pusat bisnis dan pemerintahan serta tempat-tempat wisata. Hotel ini sebelumnya adalah sebuah bangunan pabrik es dari zaman kolonial Belanda pada tahun 1919.

Terletak hanya 20 menit berkendara dari Bandara Internasional Adi Sumarmo, dan 10 menit dari Stasiun Kereta Solo Balapan, membuatnya menjadi pilihan akomodasi yang ideal untuk bisnis atau wisata.
 

Swiss-Belinn Saripetojo